PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
Pancasila adalah dasar negara Indonesia, pedoman hidup bangsa, dan sumber dari segala sumber hukum. Pancasila menjadi landasan dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara, bermasyarakat, dan berbangsa.
Kedudukan Pancasila
-
Dasar Negara → menjadi fondasi dalam penyusunan UUD, hukum, dan kebijakan negara.
-
Ideologi Nasional → menjadi cita-cita bersama dan nilai pemersatu bangsa.
-
Pandangan Hidup Bangsa → menjadi pedoman bersikap dan bertingkah laku.
-
Kepribadian Bangsa → ciri khas bangsa Indonesia.
-
Sumber dari Segala Sumber Hukum → hukum Indonesia tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.
Pancasila sebagai sistem filsafat
Secara harfiah: filsafat berasal dari kata philosophia yaitu mencintai kebijaksanaan
- Filsafat Pancasila didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa
- Tujuannya untuk mendapatkan pokok-pokok pengertian yang mendasar dan menyeluruh
- Alasan dikatakan Filsafat karena Filsafat Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh founding father pendiri bangsa kita
Sebagai filsafat, Pancasila ini memiliki 3 dasar yaitu:
- Ontologis
Ilmu yang membahas hakekat suatu yang ada sehingga suatu tersebut bisa dipercaya masyarakat
Dasar Ontologis Pancasila pada hakekatnya adalah manusia Indonesia yang memiliki hakikat mutlak (mono pluralis) yaitu bertuhan yang maha esa tapi beragam agamanya
Ciri-ciri dasar dari sila-sila Pancasila jelas mencerminkan sifat dasar manusia Indonesia yang bersifat Dwitunggal, praga dan jiwa, jasmani dan rohani sebagai makhluk individu dan sosial serta sebagai makhluk pribadi dan Tuhan
- Epistimologis
Cabang ilmu filsafat yang membahas tentang ilmu pengetahuan dari suatu yang ada
Hal ini terkait sumber dasar pengetahuan Pancasila
Pancasila dibangun sebagai penyederhanaan terhadap realita yang ada dalam masyarakat Indonesia yang heterogen, multikultur dan multietnik. Nilai ini identik dalam masyarakat Indonesia yang heterogen untuk memecahkan masalah masyarakat Indonesia
- Aksiologis
Penilaian atas nilai-nilai yang terkandung dari suatu yang ada
Pancasila tidak bisa dilepaskan dari pribadi bangsa Indonesia karena Pancasila merupakan created value nilai yang diciptakan oleh manusia Indonesia. Dan Pancasila bukan nilai yang ada dengan sendirinya (given value)
Pancasila mengandung nilai intrinsik dan ekstrinsik, Pancasila adalah hasil perpaduan antara nilai yang ada dalam masyarakat Indonesia aslidan nilai yang datang dari luar Indonesia
Menurut Soekarno Hatta "nilai Pancasila adalah perpaduan nilai masyarakat asli Indonesia dengan nilai dari luar yaitu India (Hindu-Buddha),Barat (kristen),dan Arab (Islam)
Jadi kekhasan nilai yang melekat pada Pancasila sebagai nilai intrinsik terletak pada diakuinya nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan,kerakyatan,dan keadilan sosial sebagai satu kesatuan
Yang membuat Indonesia berbeda dengan negara lainnya
Dalam susunan herarkis dan Miranda sila ketuhanan menjadi dasar kemanusiaan yang menopang sila lainnya
Pancasila sebagai Sistem Filsafat
Pancasila dapat dikaji melalui tiga aspek:
a. Kajian Ontologi (Hakikat)
Membahas hakikat manusia, Tuhan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sebagai dasar nilai Pancasila.
b. Kajian Epistemologi (Sumber Pengetahuan)
Nilai Pancasila bersumber dari budaya, pengalaman sejarah, dan nilai luhur bangsa Indonesia.
c. Kajian Aksiologi (Nilai & Kegunaan)
Pancasila berfungsi sebagai pedoman moral, etika, dan arah pembangunan nasional.
Contoh Pancasila sebagai Sistem Filsafat dalam Kehidupan Sehari-Hari
1. Ontologi (Hakikat Nilai Pancasila)
Ontologi membahas hakikat nilai yang terkandung dalam setiap sila.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari:
-
Sila 1 – Ketuhanan:
Sadar bahwa manusia memiliki hakikat sebagai makhluk berketuhanan → kamu menghormati teman yang berbeda agama. -
Sila 2 – Kemanusiaan:
Hakikat manusia itu sama derajatnya → kamu tidak membully teman dan membantu saat ada yang kesulitan. -
Sila 3 – Persatuan:
Hakikat bangsa adalah satu kesatuan → kamu tetap akur meski berbeda suku/selera. -
Sila 4 – Kerakyatan:
Hakikat manusia sebagai makhluk sosial → kamu bermusyawarah saat ada tugas kelompok. -
Sila 5 – Keadilan:
Hakikat manusia berhak atas keadilan → kamu berbagi peran secara adil saat kerja kelompok.
2. Epistemologi (Sumber Pengetahuan Pancasila)
Epistemologi membahas dari mana nilai Pancasila berasal, yaitu dari budaya, adat, dan pengalaman bangsa Indonesia.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari:
-
Kamu menerapkan gotong royong saat kerja bakti karena itu budaya asli Indonesia.
-
Kamu bersikap sopan kepada orang tua karena itu nilai yang diwariskan dari nenek moyang.
-
Kamu menghargai pendapat orang lain karena terbiasa melihat musyawarah dalam keluarga atau masyarakat.
-
Kamu menghormati keberagaman di sekolah karena sejak kecil belajar bahwa Indonesia itu beragam.
3. Aksiologi (Manfaat & Nilai Kegunaan Pancasila)
Aksiologi membahas bagaimana Pancasila memberi manfaat dan digunakan dalam kehidupan nyata.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari:
-
Sila 1: Kamu menjalankan ibadah dengan damai dan memberi ruang pada teman lain untuk beribadah juga.
-
Sila 2: Kamu membantu teman yang susah, berbagi makanan, atau memberi pertolongan saat ada kecelakaan.
-
Sila 3: Kamu tidak menyebarkan hoax atau isu yang bisa memecah belah.
-
Sila 4: Saat memilih ketua kelas, kamu ikut pemilihan secara adil.
-
Sila 5: Kamu ikut kegiatan sosial seperti bakti lingkungan dan penggalangan dana.
Mengapa Pancasila Harus Diterapkan?
Pancasila harus diterapkan karena Pancasila merupakan dasar negara, ideologi bangsa, dan pedoman hidup bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan menerapkan Pancasila, kehidupan bermasyarakat menjadi lebih tertib, harmonis, dan adil. Pancasila juga berfungsi menjaga persatuan dalam keberagaman, mengarahkan perilaku warga negara agar sesuai dengan nilai kemanusiaan, musyawarah, serta keadilan sosial. Tanpa penerapan Pancasila, bangsa Indonesia mudah terpecah, terjadi ketidakadilan, dan hilangnya jati diri bangsa. Karena itu, penerapan Pancasila sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang damai, bersatu, dan sejahtera.
Ontologi : adalah cabang filsafat yang membahas tentang hakikat keberadaan, yaitu apa yang benar-benar ada, sifat dasar dari segala sesuatu, dan bagaimana sesuatu itu dapat disebut “ada”.
Dalam konteks Pancasila, ontologi mempelajari hakikat nilai-nilai pada setiap sila, seperti hakikat manusia, hakikat ketuhanan, persatuan, musyawarah, dan keadilan.
Komentar
Posting Komentar