PKM SMPN 2 BOJONGGEDE
Berdasarkan observasi awal dan diskusi dengan pihak sekolah, ditemukan bahwa pemahaman siswa terhadap Pancasila cenderung bersifat normatif dan kurang aplikatif. Siswa mengenal Pancasila sebagai hafalan lima sila, namun belum memahami makna filosofis dan kontekstualnya dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa kasus yang pernah terjadi di lingkungan sekolah meliputi:
1. Minimnya ruang diskusi kritis terkait isu sosial dan kebangsaan.
2. Rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan yang mendorong refleksi nilai-nilai Pancasila.
3. Kecenderungan siswa untuk mengakses informasi dari media sosial tanpa filter nilai kebangsaan.
Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan edukatif yang lebih interaktif dan reflektif untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap Pancasila sebagai sistem filsafat bangsa.
Permasalahan Mitra
Permasalahan prioritas yang telah disepakati bersama mitra adalah:
1. Rendahnya pemahaman filosofis siswa terhadap Pancasila sebagai sistem nilai dan pandangan hidup
bangsa.
2. Kurangnya rasa kepekaan dalam diri siswa terhadap lingkungan sekitar nya
3. Minimnya ruang diskusi kritis di lingkungan sekolah untuk membahas nilai-nilai kebangsaan secara
reflektif dan aplikatif.
4. Kurang nya rasa percaya diri siswa-siswi dalam menyampaikan pendapat dan menanykan suatu hal
Justifikasi pengusul bersama mitra dalam menentukan persoalan ini didasarkan pada hasil observasi, wawancara dengan guru, serta analisis kebutuhan pendidikan karakter di tingkat SMP. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk menjawab persoalan tersebut melalui pendekatan edukatif yang menggabungkan metode diskusi, simulasi, dan refleksi nilai, dengan harapan dapat memperkuat karakter kebangsaan generasi muda.
SOLUSI PERMASALAHAN
Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan pihak SMPN 2 Bojonggede, tim pengusul dari UBSI Margonda mengidentifikasi empat permasalahan utama yang menjadi prioritas:
1. Rendahnya pemahaman filosofis siswa terhadap Pancasila sebagai sistem nilai dan pandangan hidup bangsa.
2. Menanmkan rasa empati agar siswa peka terhadap lingkungan yang ada di sekitar mereka, ini akan membentuk karakter mereka agar mempunyai jiwa yang saling peduli terhadap lingkungan mereka
3.Sekolah perlu mengintregasikan metode diskusi reflektif dan dialog kritis ke dalam mata pelajaran seperti PPKN,sejarah dan sosiologi. Guru tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga mendorong peserta didik untuk :
-Menganalisis permasalahan kebangsaan aktual
-Mengaitkan nilai Pancasila dengan kehidupan sehari-hari
-Menyampaikan pendapat secara logis dan bertanggung jawab
4. Kami memberikan pembelajran dengan metode workshop, Workshop salah satu solusi efektif karena bersifar praktis, interaktif, dan aplikatif. Melalui workshop siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga dilatih secara langsung untuk berani menyampaikan pendapat,bertanya dan berokuminakasi di depan.
METODE PELAKSANAAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan kepada mitra yang tidak produktif secara ekonomi, yaitu SMPN 2 Bojonggede, dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan karakter melalui pendekatan filsafat Pancasila. Metode pelaksanaan dirancang secara sistematis untuk menjawab permasalahan prioritas yang telah disepakati bersama mitra, yaitu rendahnya pemahaman filosofis siswa terhadap Pancasila, kurangnya media pembelajaran yang kontekstual, dan minimnya ruang diskusi kritis di lingkungan sekolah.
Berikut adalah lampiran foto dokumentasi pada saat kegiatan PKM :
Lampiran I.
Lampiran I :
Pada gambar tersebut terkait kunjungan pertama kami yaitu observasi permaslahan mitra dan juga menjelaskan tujuan maksud kami kepada pihak mitra tentang kegiatan PKM sekaligus kami meminta izin untuk mengimplementasikan materi yang telah kami buat untuk siswa-siswa SMPN 2 BOJONG GEDE
Lampiran II.
Lampiran II :
Pada gambar tersebut Terkait pre test & post test, Tujuan kami melakukan pre test agar kami mengetahui sejauh mana anak-anak mempelajari/mengetahui tentang pancasila, setelah anak-anak di berikan pre test kami bisa menyampaikan dan pengenalan terkait materi kami, di ujung acara kami memberikan post test, post test yaitu berjuan apakah anak-anak menyimak dan memahami dari hasil materi yang telah kami sampaikan
Lampiran III :
Gambar di atas menunjukan kegiatan PKM yang sedang berlangsung, kami menerapkan sistem Workshop untuk anak-anak tujuan nya agar mereka bisa saling berdiskusi dan juga saling berinterkasi dengan teman mereka sekaligus berfikir untuk saling berpendapat. Pada sesi ini anak-anak sangat aktif dalam berkejasama untuk memecahkan soal materi yang telah kami rancang
Lampiran IV.
Lampiran IV :
Gambar di atas di ambil setelah kegiatan selesai acara, anak-anak sangat senang karna telah mengikuti acara yang telah kami susun, saat sesi terakhir acara kami juga meminta saran kesan dan pesan untuk kami ke depan nya agar dapat terus belajar dari kesalahan dan kekurangan untuk memperbaiki diri agar dapat lebih baik dari sebelum-sebelumnya
Lampiran VI :
Pada gambar tersebut kami membuat Vidio Dokumentasi Lebih detail dalam pelaksanaan PKM, kami meng upload video pada platfrom Youtube Berikut adalah link video tersebut : https://www.youtube.com/watch?si=el9g9joLizSrwIdN&v=fDUymZRoZfg&feature=youtu.be
Komentar
Posting Komentar